EkonomiPolitikUmum

Trump Keluarkan Ancaman Tarif bagi Negara yang Masih Berbisnis dengan Iran

236
×

Trump Keluarkan Ancaman Tarif bagi Negara yang Masih Berbisnis dengan Iran

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: X - The White House)

KILASINDO.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengancam negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran. Dalam perintah tersebut, Amerika Serikat membuka peluang penerapan tarif hingga 25 persen terhadap barang impor dari negara yang membeli atau memperoleh barang dan jasa dari Iran. Kebijakan ini dilaporkan BBC News, Sabtu, 7 Februari 2026.

Perintah eksekutif itu menargetkan negara-negara yang tetap melakukan perdagangan dengan Iran, khususnya di sektor strategis. Meski belum memberikan pernyataan resmi secara rinci, Presiden Trump kembali menegaskan prinsip kebijakannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Langkah tersebut diumumkan di tengah berlangsungnya pembicaraan antara pejabat senior Amerika Serikat dan Iran di Oman. Sebelumnya, Trump juga telah melontarkan ancaman tarif serupa melalui unggahan di media sosial Truth Social.

Gedung Putih menyatakan, perintah eksekutif ini menegaskan kembali status keadaan darurat nasional Amerika Serikat terkait Iran. Presiden disebut memiliki kewenangan untuk memodifikasi atau menyesuaikan kebijakan tersebut apabila terjadi perubahan situasi.

Dalam perintah itu, Amerika Serikat menahan Iran bertanggung jawab atas pengembangan program nuklirnya serta dugaan dukungan terhadap kelompok-kelompok terorisme. Iran juga dituding berperan dalam destabilisasi kawasan yang dinilai mengancam keamanan dan kepentingan nasional Amerika Serikat.

Selain ancaman tarif, Departemen Luar Negeri AS juga menjatuhkan sanksi terhadap 15 entitas yang terlibat dalam perdagangan minyak dan produk petrokimia asal Iran sebagai bagian dari upaya menekan perekonomian negara tersebut.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman sanksi dan ancaman tarif dari Washington. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya sepenuhnya bertujuan damai. Namun, Amerika Serikat bersama sejumlah sekutunya menuduh Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir.

READ  JD Vance Beberkan Alasan AS Menangkap Presiden Venezuela Maduro

Meski berada di bawah tekanan sanksi internasional, lebih dari 100 negara dilaporkan masih melakukan perdagangan dengan Iran. China tercatat sebagai mitra dagang terbesar Iran, disusul oleh Irak, Uni Emirat Arab, dan Turki. (ULX)