Umum

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler, Waspadai Penipuan

254
×

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler, Waspadai Penipuan

Sebarkan artikel ini
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan keterangan pers (Foto: Dokumentasi/Humas Polri)

KILASINDO.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 hanya dilakukan melalui jalur reguler. Kebijakan ini sekaligus menutup peluang adanya jalur khusus dalam seleksi calon perwira Polri.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyatakan tidak ada kuota atau jalur istimewa dalam proses penerimaan tersebut. “Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler tanpa adanya kuota khusus,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan kelulusan melalui jalur tertentu. Praktik percaloan dan penipuan dinilai masih berpotensi terjadi jika tidak diantisipasi sejak awal.

Masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kecurangan dalam proses seleksi Akpol. Laporan dapat disampaikan melalui Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen, Bareskrim, maupun kepolisian setempat.

Polri memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran, baik yang melibatkan anggota kepolisian maupun pihak sipil. “Jika melibatkan personel akan diproses Propam, sedangkan pihak sipil akan diproses hukum,” tegasnya.

Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak calon pimpinan Polri di masa depan. Proses ini dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul dalam proyeksi 25 hingga 30 tahun mendatang.

Selain itu, Polri terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol. Evaluasi ini bertujuan memperkuat nilai kepribadian serta menghapus praktik kekerasan dalam relasi pendidikan.

Sejak reformasi 1998, Polri mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Pendekatan humanis serta kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anggota Polri.

Polri pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu sebagai upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. (HIK)

READ  Apkresiasi Mitra, SIG Gelar Retailer Gathering di Surabaya dengan Hadiah Mobil dan Motor