EkonomiPemerintahanUmum

Pemerintah Percepat Realisasi Kawasan Industri Pertama di Madura Lewat Kerja Sama Indonesia–Tiongkok

342
×

Pemerintah Percepat Realisasi Kawasan Industri Pertama di Madura Lewat Kerja Sama Indonesia–Tiongkok

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Pemerintah terus memperluas pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendorong pengembangan kawasan industri pertama di Pulau Madura. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat industrialisasi di Kabupaten Bangkalan sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dari Tiongkok dengan kawasan industri di Bangkalan, Madura.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi skema Two Countries Twin Park, sebuah program kolaborasi kawasan industri antara Indonesia dan Tiongkok yang sebelumnya telah dikembangkan di Batang, Jawa Tengah.

“Pertemuan tadi adalah ada MoU kawasan industri. Kawasan industri di Jawa Timur dari Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dengan kawasan industri di Bangkalan, Madura,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Airlangga, kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jaringan kawasan industri nasional. Jika sebelumnya konsep Two Countries Twin Park hanya diterapkan di Batang, kini pemerintah mulai mengembangkannya di Bangkalan.

“Ini menjadi bagian dari Two Countries Twin Park yang sudah diluncurkan. Sehingga kita punya Two Countries Twin Park tidak hanya di Batang, tetapi juga Madura yang di Bangkalan,” katanya.

Airlangga mengungkapkan, Bangkalan sebenarnya telah lama dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan kawasan industri. Namun, realisasi proyek tersebut baru mulai berjalan melalui kemitraan strategis dengan investor dari Guangdong.

“Kawasan di Bangkalan memang dari dulu disiapkan untuk kawasan industri, tetapi realisasinya belum,” ujarnya.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Wali Kota Guangdong serta Bupati Bangkalan. Kehadiran kedua pihak dinilai menjadi sinyal kuat komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan kawasan industri di Pulau Madura.

READ  Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Matangkan Aturan WFH 1 Hari untuk Semua Sektor

Airlangga berharap pengembangan kawasan tersebut mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang investasi, lapangan kerja, dan pengembangan sektor industri di wilayah Madura.

“Dengan adanya wali kota dan bupati hadir, kami berharap kawasan ini bisa mengisi perkembangan kawasan di Madura,” katanya.

Ia menegaskan, kawasan industri di Bangkalan merupakan kawasan industri pertama yang dikembangkan di Pulau Madura. Kehadirannya diharapkan mampu mendorong pemerataan industrialisasi yang selama ini lebih banyak terkonsentrasi di daratan utama Jawa Timur.

“Karena ini menjadi satu-satunya ataupun kawasan industri pertama di Madura. Sehingga tentu berharap bahwa perkembangan industrialisasi tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga bisa masuk ke Madura,” tutur Airlangga.

Pengembangan kawasan industri tersebut diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Madura, meningkatkan daya saing daerah, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat investasi dan manufaktur nasional. (WXL)