PemerintahanUmum

Airlangga: Harga Pertalite Aman sampai Desember 2026 Berkat Buffer APBN

225
×

Airlangga: Harga Pertalite Aman sampai Desember 2026 Berkat Buffer APBN

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tetap aman hingga Desember 2026. Pemerintah telah menyiapkan skema buffer dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga menyusul meningkatnya risiko geopolitik akibat konflik di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi dunia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Airlangga, Presiden telah mengarahkan agar pemerintah menjaga ketahanan energi nasional sehingga masyarakat tidak terdampak gejolak harga minyak internasional. Dalam kebijakan tersebut, APBN berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas sektor energi.

“Nah, arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya. Di mana APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, implementasi program biodiesel B50 menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan penggunaan campuran biodiesel tersebut, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar sehingga mampu mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.

Selain itu, menurut Airlangga, pada kondisi harga energi saat ini, kebutuhan subsidi untuk mendukung implementasi B50 juga relatif kecil sehingga ruang fiskal pemerintah tetap terjaga.

Airlangga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap harga Pertalite hingga akhir tahun karena pemerintah telah memasukkan kebijakan tersebut ke dalam skema buffer APBN.

“Dan untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah tetap optimistis perekonomian nasional mampu mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Airlangga menilai kinerja ekonomi pada semester pertama tahun ini menjadi modal yang kuat untuk menghadapi tantangan global.

READ  Dukung Ketahanan Energi, PGN Akan Serap Pasokan LNG Proyek Abadi LNG

Meski demikian, pemerintah akan terus mewaspadai berbagai gejolak geopolitik yang berpotensi memengaruhi ekonomi nasional, sembari memperkuat fondasi perekonomian melalui berbagai kebijakan strategis.

“Dengan semester satu yang solid, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga tahun 2026. Dan tentunya pemerintah terus waspada terhadap gejolak yang muncul di geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional,” tutur Airlangga.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal, penguatan ketahanan energi melalui program B50, serta pengendalian subsidi dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat hingga penghujung tahun. (BUV)