Umum

Pemprov Bali Gandeng KAI Bangun Trem Listrik Bandara Ngurah Rai-Canggu

254
×

Pemprov Bali Gandeng KAI Bangun Trem Listrik Bandara Ngurah Rai-Canggu

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Pemerintah Provinsi Bali menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk mengembangkan trem listrik yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung.

Proyek transportasi sepanjang sekitar 12 kilometer (km) tersebut ditargetkan mulai dibangun pada Maret 2027. Tahap awal layanan ditargetkan beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu diharapkan dapat beroperasi penuh pada 2029.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Rencana pembangunan trem listrik tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian antara Pemprov Bali dan KAI di Gedung Kertasabha, Denpasar.

Pengembangan proyek akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah menargetkan groundbreaking pada Maret 2027, dilanjutkan dengan pengoperasian trase pertama pada 2028 dan penyelesaian seluruh jalur hingga Canggu pada 2029.

Pembangunan trem menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem transportasi di Bali. Kabupaten Badung menjadi salah satu kawasan yang menjadi perhatian karena merupakan pusat aktivitas pariwisata sekaligus menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan infrastruktur transportasi di Bali harus mempertimbangkan karakteristik wilayah serta menjaga keseimbangan antara modernisasi dan identitas lokal.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (3/9/2026).

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kerja sama dengan KAI merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian PPN/Bappenas dan Pemprov Bali untuk meningkatkan fasilitas serta sistem transportasi di Pulau Dewata.

Menurut Koster, persoalan transportasi, khususnya kemacetan di kawasan Badung, membutuhkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas angkutan, tetapi juga menyesuaikan karakter kawasan yang menjadi pusat pariwisata.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata, dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” kata Koster.

READ  Dirut KAI Tinjau Layanan Jember–Surabaya, Penjualan Tiket Tembus Jutaan

Trem Listrik Dipilih Sesuai Karakter Bali

KAI memilih moda trem untuk proyek tersebut, bukan mass rapid transit (MRT) maupun light rail transit (LRT). Pilihan itu disesuaikan dengan karakteristik wilayah Bali dan kebutuhan akan moda transportasi yang relatif kecil, fleksibel, rendah kebisingan, serta dapat terintegrasi dengan sistem transportasi yang telah tersedia.

Trem yang dirancang menggunakan tenaga listrik berbasis baterai. Teknologi tersebut membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang lintasan dan diharapkan dapat mendukung sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Jalur Bandara Ngurah Rai-Canggu akan memiliki panjang sekitar 12 km dengan konfigurasi dua jalur. Trase juga dirancang memiliki area persilangan untuk menjaga kelancaran operasional trem.

Lebar trase diperkirakan sekitar 3 meter, sedangkan dimensi trem sedikit di atas 2 meter. Dengan ukuran tersebut, rangkaian trem akan dibuat relatif kecil dan lebih ramping dibandingkan bus pada umumnya.

Transportasi Sekaligus Daya Tarik Wisata

Pemprov Bali menekankan pembangunan trem harus tetap memperhatikan ekosistem pariwisata yang telah berkembang di sepanjang koridor proyek.

Koster meminta desain dan trase mempertimbangkan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, serta aktivitas masyarakat. Infrastruktur transportasi tersebut diharapkan tidak mengganggu aktivitas ekonomi yang selama ini menjadi salah satu motor utama perekonomian Bali.

“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” ujarnya.

Dengan koridor yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dan kawasan wisata padat seperti Canggu, trem diharapkan dapat menjadi alternatif pergerakan masyarakat dan wisatawan sekaligus membantu mengurangi tekanan lalu lintas di jalan raya.

Selain konektivitas, pengembangan moda transportasi baru tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.

READ  Kadin Indonesia Siap Gotong Royong Sukseskan Program Prioritas Nasional

Namun, efektivitas proyek akan bergantung pada integrasi trem dengan moda transportasi lainnya, penataan kawasan di sepanjang trase, serta kemampuan pemerintah dan operator memastikan pembangunan tidak menambah gangguan terhadap aktivitas masyarakat, ekonomi, dan pariwisata.

Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan dimulai pada Maret 2027. Layanan pertama ditargetkan beroperasi pada 2028, sebelum seluruh jaringan Bandara Ngurah Rai hingga Canggu beroperasi penuh pada 2029. (AQR)