Umum

Perdana Digelar Malam Hari, Begini Pesona Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom

279
×

Perdana Digelar Malam Hari, Begini Pesona Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 mendapat sambutan antusias dari kalangan generasi muda. Sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada 24 Oktober 2026 malam. Menariknya, 200 peserta di antaranya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Keterlibatan penari dari luar daerah menunjukkan bahwa Gandrung Sewu tidak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat Banyuwangi, tetapi juga menarik minat generasi muda dari berbagai wilayah untuk mengenal sekaligus mempelajari seni tari tradisional khas Banyuwangi tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, peserta dari luar daerah datang dari sejumlah kota, antara lain Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu, Blitar, Kediri, dan Pasuruan.

“Mereka datang dari Jakarta, Palembang, Bali, Malang, Batu, Blitar, Kediri, Pasuruan, dan sejumlah daerah lainnya,” kata Ipuk, Senin (12/10/2026).

Salah satu peserta yang datang dari luar daerah adalah Asiva Kirana Nadinar, siswi SMK Putikecwara Kota Batu. Ia mengaku tertarik mengikuti Gandrung Sewu setelah menyaksikan video pertunjukan tersebut yang viral di media sosial.

Ketertarikan itu kemudian mendorongnya untuk mendaftar sebagai peserta hingga akhirnya lolos seleksi. Asiva mengaku tidak sabar untuk terlibat langsung dalam pagelaran tari kolosal yang menjadi salah satu ikon budaya Banyuwangi tersebut.

“Merinding melihat Gandrung Sewu. Pertama melihat langsung kepikiran ingin ikut. Makanya tahun ini saya mendaftar dan lolos seleksi. Senang banget, sudah tidak sabar ingin segera bergabung,” ujar Asiva.

Ipuk mengapresiasi tingginya antusiasme generasi muda dalam mengikuti Gandrung Sewu 2026. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi bukti bahwa kesenian tradisional Banyuwangi masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, Gandrung masih hidup di hati generasi muda. Mereka tidak sekadar mengenal, tetapi juga bangga mengenakan kostum dan belajar menari Gandrung,” kata Ipuk.

READ  Pawai Endhog-Endhogan Maulid Nabi Banyuwangi, Ribuan Telur Dibagikan pada Warga

Ia menambahkan, partisipasi generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi daerah. Melalui keterlibatan langsung dalam pertunjukan, generasi muda tidak hanya mengenal tari Gandrung, tetapi juga ikut mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, kesenian khas Banyuwangi tersebut diharapkan terus berkembang dan dikenal lebih luas tanpa kehilangan identitas budayanya.

Gandrung Sewu 2026 Hadir dengan Konsep Pertunjukan Malam

Gandrung Sewu 2026 juga menghadirkan konsep pertunjukan malam hari yang didukung InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata. Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya Banyuwangi.

Pertunjukan yang digelar di kawasan Pantai Marina Boom tersebut akan memadukan gerak tari kolosal dengan permainan tata cahaya. Para penari juga akan menggunakan elemen fosfor untuk menciptakan efek visual yang menarik di panggung terbuka.

Perpaduan cahaya dan elemen fosfor menjadi salah satu unsur baru dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini. Inovasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda, tanpa mengesampingkan nilai seni dan tradisi tari Gandrung.

Melalui Gandrung Sewu 2026, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap pelestarian seni budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Antusiasme 1.300 penari, termasuk peserta dari berbagai daerah, menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas. (ICO)