Umum

Alumnus Ponpes Langitan Ciptakan Logo Resmi Muktamar Ke-35 NU

307
×

Alumnus Ponpes Langitan Ciptakan Logo Resmi Muktamar Ke-35 NU

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menetapkan karya alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, M. Shofa Ulum Azmi, sebagai logo resmi Muktamar ke-35 NU. Logo ini bukan sekadar identitas visual, melainkan simbol mendalam yang merefleksikan harmoni kepemimpinan dalam tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Shofa Ulum Azmi, desainer asal Tuban, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa ide dasar logo ini lahir dari sketsa sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi dua lingkaran utama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah,” ujar Shofa di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Menurut Shofa, desain tersebut menggambarkan hubungan yang saling menguatkan antara Syuriah (dewan penasihat/ulama) dan Tanfidziyah (badan pelaksana), laksana hubungan harmonis antara bapak dan anak. Menariknya, karya monumental ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu semalam sebelum memasuki tahap penyempurnaan akhir.

Jejak Historis Ponpes Langitan dan NU
Terpilihnya karya Shofa ini kembali menegaskan hubungan historis yang sangat kuat antara Ponpes Langitan dan NU. Berdiri sejak tahun 1852, pesantren yang terletak di Kecamatan Widang, Tuban ini telah melahirkan kader-kader pejuang jam’iyah bahkan sebelum NU resmi berdiri, hingga kini organisasi memasuki abad keduanya.

Dua tokoh sentral sekaligus pendiri NU, Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, tercatat sebagai alumnus Ponpes Langitan. Keduanya menimba ilmu di bawah bimbingan KH Ahmad Sholeh, pengasuh periode kedua pesantren tersebut.

Tradisi khidmah dan pengabdian ini diteruskan secara turun-temurun. Sederet tokoh besar Langitan tercatat pernah mengemban amanah penting di NU, mulai dari KH Muhammad Khozin pada masa awal berdiri, KH Abdul Hadi Zahid, hingga KH Abdullah Faqih yang pernah dipercaya sebagai Mustasyar PBNU.

READ  Sinergi Pertamina Patra Niaga dan Puskesmas Buduran Cegah Stunting Lewat Edukasi Ibu-Anak

Kontribusi Kreatif Generasi Muda Nahdliyin
Saat ini, estafet pengabdian tersebut dilanjutkan oleh KH Ma’shum Faqih (Gus Ma’shum), yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Gus Ma’shum mengukir sejarah sebagai kiai pertama dari Ponpes Langitan yang masuk dalam jajaran Tanfidziyah PBNU.

Menanggapi terpilihnya logo tersebut, Gus Ma’shum menilai hal ini sebagai bukti nyata bahwa Ponpes Langitan terus konsisten berkontribusi bagi NU melalui karya kreatif alumninya. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada NU tidak melulu harus lewat jalur struktural.

“Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin,” tegas Gus Ma’shum.

Sebagai informasi, gelaran Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur. Acara akbar lima tahunan ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. (DGS)