PemerintahanUmum

Banyuwangi dan Bondowoso Bersinergi Pertahankan Status UNESCO Geopark Ijen

287
×

Banyuwangi dan Bondowoso Bersinergi Pertahankan Status UNESCO Geopark Ijen

Sebarkan artikel ini
Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana mengunjungi Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) Banyuwangi

KILASINDO.COM – Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana menargetkan Geopark Ijen mampu mempertahankan status Green Card dalam proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 mendatang.

Target strategis tersebut dibahas secara intensif dalam rapat koordinasi lintas pemangku kepentingan yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafii, Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras, serta perwakilan dari Balai Taman Nasional Alas Purwo, Balai Besar KSDA Jawa Timur, dan jajaran Kementerian Pariwisata. Pertemuan ini difokuskan untuk memastikan seluruh rekomendasi UNESCO telah dipenuhi secara optimal menjelang proses evaluasi lapangan.

“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Menteri Pariwisata Widhiyanti Putri Wardhana.

Taruhan Predikat dan Komitmen Keberlanjutan
Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak tahun 2023 dan sempat dinobatkan sebagai Geopark Terbaik Indonesia pada 2024. Revalidasi berkala ini merupakan mekanisme resmi UNESCO untuk menilai apakah standar pengelolaan kawasan tetap dipenuhi sesuai standar internasional.

Hasil penilaian revalidasi nantinya akan menentukan nasib Geopark Ijen ke depan:

1. Green Card: Mempertahankan keanggotaan penuh UGG untuk empat tahun ke depan.

2. Yellow Card: Diberikan masa tenggang perbaikan selama dua tahun.

3. Red Card: Pencabutan status dari keanggotaan UNESCO Global Geopark.

“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti, termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” tambah Widhiyanti.

READ  Pemerintah Pertimbangkan Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan

Kolaborasi Daerah dan 5 Fokus Pembenahan
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa status dari UNESCO bukanlah sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama lintas daerah dan instansi.

“Bagi kami, pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ungkap Ipuk.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baras menjelaskan bahwa terdapat lima rekomendasi utama dari UNESCO yang menjadi fokus utama pembenahan saat ini:

1. Penguatan riset dan pemetaan geologi.

2. Peningkatan promosi warisan geologi secara global.

3. Penambahan panel informasi edukatif di seluruh kawasan geopark.

4. Penguatan keterlibatan dan kemitraan masyarakat lokal.

5. Peningkatan aktivitas badan pengelola melalui berbagai agenda nasional maupun internasional.

Usai memimpin rapat koordinasi, Menteri Pariwisata beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) untuk meninjau secara langsung fasilitas edukasi dan kesiapan sarana pengenalan kekayaan geologi bagi wisatawan dan masyarakat umum. (GWN)