KILASINDO.COM – Persija Jakarta sukses mengamankan tambahan tiga poin penting usai mengalahkan rival bebuyutannya, Persebaya Surabaya, dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pertandingan sarat gengsi ini dihelat di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 7 November 2026.
Laga berlangsung sengit dan ketat sepanjang 90 menit hingga babak pertama berakhir tanpa gol. Kebuntuan akhirnya pecah menjelang pertandingan bubar. Penyerang Persija, Ivan Mamut, sukses mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-89 yang sekaligus mengunci tiga poin penuh bagi Macan Kemayoran di kandang sendiri.
Apresiasi Mental Juara dari Shin Tae-yong
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para pemainnya yang mampu menjaga fokus dan menunjukkan mentalitas kuat hingga detik-detik akhir pertandingan. Menurut juru taktik asal Korea Selatan tersebut, tekad kuat untuk menang menjadi pembeda di lapangan.
“Hari ini pemain-pemain kami dan Persebaya, kedua tim di lapangan benar-benar dalam kondisi yang kurang bagus. Namun, kedua tim tetap menampilkan yang terbaik. Tim kami ingin menang, dan tekad itu jauh lebih kuat dibandingkan lawan. Mental dan kekuatan mental itulah yang membawa kami meraih kemenangan hari ini,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai laga.
Di balik kemenangan tersebut, Shin Tae-yong turut menyoroti kondisi lapangan JIS yang dinilai kurang ideal. Ia menyebut permukaan lapangan memengaruhi aliran bola, sehingga para pemain diinstruksikan untuk bermain lebih cepat dan meminimalkan kesalahan penguasaan bola.
“Kalau lapangan tidak bagus, kalau kami terlalu sering membawa bola, bisa menimbulkan kesalahan di banyak bagian. Jadi, sebisa mungkin kami harus melihat situasi dan melakukan passing dengan cepat,” tambahnya.
Keluh Kesah Rizky Ridho soal Kondisi Lapangan
Nada serupa juga disampaikan oleh kapten Persija, Rizky Ridho. Bek timnas tersebut secara terbuka mengakui bahwa kondisi lapangan yang kurang ideal menyulitkan kedua tim untuk mengembangkan permainan terbaik mereka, meski tuntutan menang di kandang tetap harus dipenuhi.
“Yang saya bisa jelaskan, hari ini kami beruntung menang lagi di lapangan… Saya tak tahu apa yang direnovasi. Sekali lagi, saya capek juga mentalnya, bukan hanya capek bertanding, lapangannya susah sekali,” ungkap Ridho dengan nada blak-blakan.
Teladan Sportivitas Jakmania dan Bonek
Terlepas dari kendala teknis di lapangan, laga big match ini menyisakan catatan emosional yang sangat positif, yakni kedewasaan suporter. Rizky Ridho memberikan apresiasi khusus kepada kelompok suporter The Jakmania dan Bonek yang menunjukkan sikap saling menghormati dan berdampingan secara damai.
“Untuk Bonek dan The Jak, saya sangat berterima kasih juga. Mereka sangat-sangat dewasa. Mungkin ini salah satu contoh juga, mereka bisa satu tribun. Ini yang dibutuhkan pemain juga karena kalau saya didukung Bonek sama The Jak, energi saya bertambah,” puji Ridho.
Kehadiran dan kedewasaan Jakmania serta Bonek di stadion menjadi bukti nyata bahwa rivalitas panas di atas lapangan tetap dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai sportivitas dan persaudaraan sepak bola Indonesia. (VRL)




