PemerintahanUmum

Kota Probolinggo Jadi Pilot Project InCircular, Sampah Bakal Diolah Jadi Sumber Daya

367
×

Kota Probolinggo Jadi Pilot Project InCircular, Sampah Bakal Diolah Jadi Sumber Daya

Sebarkan artikel ini
Wagub Jatim Emil Dardak memberikan penghargaan kepada Wakil Walikota Probolinggo Ina Dwi Lestari

KILASINDO.COM – Kota Probolinggo ditetapkan sebagai salah satu dari lima daerah percontohan proyek InCircular di Jawa Timur. Program Promoting a Circular Economy in Indonesia tersebut diarahkan untuk memperkuat penerapan ekonomi sirkular, terutama dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Peluncuran proyek InCircular berlangsung di Surabaya, Selasa (15/9/2026). Selain Kota Probolinggo, empat daerah lain yang menjadi lokasi percontohan yakni Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sidoarjo.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Penetapan tersebut disambut positif Pemerintah Kota Probolinggo. Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menilai program InCircular dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang selama ini telah dikembangkan pemerintah daerah.

“Kota Probolinggo menyambut baik percontohan proyek untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah ini,” ujar Ina saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).

122 Ton Sampah Dihasilkan Setiap Hari

Ina mengungkapkan, dengan jumlah penduduk mencapai 244.419 jiwa, Kota Probolinggo menghasilkan timbulan sampah sekitar 122 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 77 persen sampah telah terkelola, sedangkan sekitar 23 persen masih belum terkelola. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperkuat sistem pengurangan, pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali sampah.

Pemkot Probolinggo juga telah memiliki satu offtaker Refuse Derived Fuel (RDF). Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan sampah sebagai sumber energi sekaligus mengurangi sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Pengelolaan sampah juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui berbagai program berbasis lingkungan.

Salah satunya melalui program satu RW satu bank sampah dan satu RW satu kendaraan roda tiga. Program tersebut diharapkan mendorong masyarakat berperan langsung dalam pemilahan dan pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan.

READ  Pemkot Malang Tambah 1.728 PPPK Tahap II Tahun Anggaran 2024

“Bapak Wali Kota juga mengeluarkan kebijakan surat edaran pengurangan sampah plastik di pusat perbelanjaan, tidak menyediakan tas kresek,” jelas Ina.

Sampah Jadi Tantangan Besar Jawa Timur

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan besar di Jawa Timur.

Timbulan sampah di Jawa Timur disebut mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, sementara baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal.

Menurut Emil, penerapan ekonomi sirkular dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menghadapi persoalan tersebut. Konsep ekonomi sirkular tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sampah setelah dihasilkan, tetapi juga mendorong penggunaan sumber daya secara efisien sejak dari sumbernya.

“Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,” ungkap Emil.

Lima Daerah Jadi Laboratorium Ekonomi Sirkular

Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Kementerian PPN/Bappenas. Pelaksanaannya dilakukan bersama GIZ Indonesia & ASEAN.

Lima daerah di Jawa Timur yang menjadi lokasi percontohan diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan model ekonomi sirkular yang konkret dan terukur.

Kota Probolinggo bersama empat daerah lainnya akan mengembangkan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Melalui proyek tersebut, penerapan ekonomi sirkular diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat menghasilkan model pengelolaan sumber daya dan sampah yang dapat diterapkan secara nyata serta berkelanjutan.

Bagi Kota Probolinggo, keterlibatan dalam InCircular menjadi peluang untuk memperkuat berbagai program yang telah berjalan, sekaligus mendorong peningkatan pengelolaan sampah agar semakin banyak timbulan sampah yang dapat dimanfaatkan kembali. (RQU)