KILASINDO.COM – emerintah Indonesia segera membuka Rumah Sakit Lapangan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi korban gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas tersebut disiapkan karena kapasitas RSUD Ruteng dinilai belum memadai untuk menampung lonjakan pasien akibat gempa.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sejumlah korban gempa terpaksa menjalani perawatan di tenda darurat karena keterbatasan ruang pelayanan di rumah sakit.
“Karena kondisi rumah sakit kurang memadai, dan tadi pasien berada di tenda-tenda. Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan untuk dibuka Rumah Sakit Lapangan,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Pratikno, Rumah Sakit Lapangan tersebut akan dibangun di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai. Lokasi itu dipilih karena memiliki lahan yang cukup luas dan dinilai strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Keberadaan Rumah Sakit Lapangan diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan medis sekaligus membantu menangani pasien rujukan dari sejumlah wilayah yang mengalami dampak gempa cukup parah.
Selain memperkuat layanan kesehatan, pemerintah pusat juga mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi melalui bantuan lintas kementerian dan lembaga.
“Pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga dan pengungsi melalui bantuan lintas kementerian serta lembaga terkait. Bantuan tersebut dipastikan menjangkau masyarakat terdampak secara cepat dan merata sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Pratikno.
Prabowo Instruksikan Tambahan 50 Ribu Paket Sembako
Pratikno mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan penyaluran tambahan 50 ribu paket sembako bagi masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, serta sejumlah lembaga terkait untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan pengungsi di berbagai wilayah terdampak.
“Presiden memerintahkan kementerian menyalurkan bantuan melalui BNPB, Kementerian Sosial, dan lembaga terkait kepada warga terdampak gempa. Bantuan segera diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Pratikno.
Pemerintah pusat juga melibatkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), di antaranya Pertamina, PLN, dan Telkom, dalam mempercepat penanganan serta pemulihan wilayah terdampak gempa.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat keselamatan warga, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan berbagai fasilitas publik yang terdampak bencana.
Pratikno menegaskan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu dalam menangani dampak gempa di NTT.
“Harapannya adalah pemerintah pusat full time, full support, bekerja bersama-sama secara sinergis dengan aparat di daerah. Hal ini kita lakukan untuk menolong warga yang terdampak,” ujarnya.
Pembukaan Rumah Sakit Lapangan dan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam menangani kondisi darurat sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi. (JIH)




