Beranda News Kemenperin Bantu Peralatan & Mesin Buat IKM Korban Banjir

Kemenperin Bantu Peralatan & Mesin Buat IKM Korban Banjir

4

Kilasindo-Kementerian Perindustrian menyerahkan bantuan mesin dan peralatan buat pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang terkena dampak banjir di Jakarta dan Tangerang.

“Dengan beroperasinya kembali usaha dari para pelaku IKM ini, tentunya sejalan dengan tekad pemerintah yang senantiasa ingin mendorong tumbuh kembangnya sektor IKM. Sebab, selama ini sektor IKM telah menjadi tulang punggung perekonomian kita,” tutur Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian saat mengunjungi sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, kemarin.

Di sentra IKM tahu dan tempe tersebut, Menperin Agus didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih bersama anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin, menyerahkan secara simbolis sarana produksi.

Bantuan yang diberikan berupa pompa dorong 1 PK (20 unit), pompa jet pump 3 PK (2 unit), dinamo mesin giling (4 unit), dan blower (10 unit).

Pekan lalu, Kementerian Perindustrian telah menurunkan tim untuk meninjau langsung ke lapangan sekaligus mendata IKM yang terdampak banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Jadi, kami menerima laporan, bahwa di Semanan ini ada 1000 rumah produksi tempe yang meliputi 1.217 pengrajin dan sekitar 17 IKM yang memproduksi tahu. Ini menjadi salah satu sentra IKM di Jabodetabek yang mengalami kebanjiran. Rata-rata peralatan produksi mereka terendam banjir seperti dinamo, pompa air, hingga dapur umum,” ungkap Agus.

Adapun estimasi nilai kerugian mereka sebesar Rp30 juta per IKM tahu, kemudian ditambah Rp3 juta per IKM tahu karena bahan baku rusak. Sedangkan, untuk IKM tempe, nilai kerugiannya diproyeksi mencapai Rp1 miliar dari potensi 100 ton tempe yang diproduksi. Bahkan apabila diakumulasikan dengan kerugian lainnya bisa lebih dari Rp5,1 miliar.

“Mereka mengalami kerugian akibat padamnya listrik sehingga kedelai yang siap produksi gagal diolah. Selain itu, tahu dan tempe yang telah siap dipasarkan, tidak bisa dikirim karena akses distribusi terkena banjir,” sebut Gati.(wcp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here