KILASINDO.COM – Pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 agar siap digunakan menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PM, Prof. Dr. Abdul Haris, turun langsung melakukan monitoring lapangan bersama perwakilan Kementerian PU, Kemenag, dan Kemendagri pada Jumat (3/4/2026).
Progres Melampaui Target
Berdasarkan hasil tinjauan, pembangunan fisik Ponpes yang diresmikan oleh Menko PM Muhaimin Iskandar pada Desember 2025 lalu ini menunjukkan progres yang menggembirakan.
– Realisasi Fisik: 22,35%
– Target Awal: 20,33% (Per akhir Maret 2026)
– Deviasi: +2,02% (Lebih cepat dari jadwal)
“Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target. Proyek ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan keagamaan,” ujar Abdul Haris.
Tantangan Teknis dan Mitigasi
Meski progres berjalan positif, pihak pelaksana proyek dari Waskita Karya mencatat adanya tantangan teknis di lapangan. Fokus utama saat ini adalah proses pemasangan tiang pancang.
Pekerjaan tersebut menuntut ketelitian ekstra guna memastikan tidak ada dampak getaran atau kerusakan pada bangunan warga dan fasilitas di sekitar lokasi proyek. Keamanan lingkungan menjadi prioritas utama agar percepatan pembangunan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Sinergi Lintas Sektoral
Keberhasilan proyek ini bergantung pada kolaborasi tiga pilar kementerian:
1. Kementerian PU: Fokus pada penyelesaian fisik dan pengajuan anggaran tahun 2026 ke Kemensetneg.
2. Kementerian Agama: Berkomitmen memenuhi fasilitas pendukung pembelajaran dan sarana prasarana setelah bangunan fisik selesai.
3. Kemenko PM: Menjalankan fungsi koordinasi dan sinkronisasi agar hambatan birokrasi maupun teknis dapat segera teratasi.
Dampak Bagi Masyarakat
Pembangunan Ponpes Al Khoziny tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Koordinasi akan terus kami perkuat. Kami berharap kehadiran Ponpes ini mampu mendorong pemberdayaan masyarakat di Sidoarjo dan Jawa Timur secara lebih luas,” pungkas Abdul Haris. (BOT)




