KILASINDO.COM – Pemerintah Indonesia memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional dalam posisi aman di tengah dinamika geopolitik global. Langkah strategis diambil dengan melakukan diversifikasi dan pengalihan sumber impor guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah kini mulai menggeser ketergantungan pasokan dari kawasan Timur Tengah ke wilayah lain, terutama Amerika Serikat (AS).
“Impor LPG kita dari Timur Tengah mencapai 20 persen dari total 7,6 juta ton impor. Namun, saat ini sekitar 70 hingga 75 persen impor LPG Indonesia sudah berasal dari Amerika Serikat melalui kontrak jangka panjang,” ujar Bahlil, Jumat (13/3/2026).
Antisipasi Kelangkaan melalui Kontrak Jangka Panjang
Sebagai langkah mitigasi ketidakpastian global, pemerintah tidak hanya mengandalkan satu wilayah. Selain AS, Indonesia juga melirik Australia untuk memperkuat cadangan nasional.
Jadwal Kedatangan Kargo LPG Tambahan:
1. Minggu Ini: Dua kargo LPG dari Australia dijadwalkan masuk ke Indonesia.
2. 28 Maret 2026: Masuk tambahan dua kargo LPG.
3. 4 April 2026: Satu kargo dijadwalkan tiba.
4. 8 April 2026: Satu kargo kembali masuk untuk memperkuat stok pasca-Lebaran.
Meskipun pengiriman dari AS membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dari Timur Tengah, Bahlil menegaskan bahwa skema kontrak jangka panjang menjadi kunci stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Swasembada Solar dan Kontribusi RDMP Balikpapan
Kabar baik juga datang dari sektor Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahlil menyatakan bahwa pasokan solar nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Peningkatan kapasitas produksi ini tidak lepas dari keberhasilan operasional proyek strategis nasional, yaitu Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan sangat membantu kita mengurangi ketergantungan terhadap impor solar secara signifikan,” tegasnya.
Mitigasi Stok Minyak Mentah
Untuk minyak mentah (crude oil), pemerintah tetap waspada mengingat 20 persen kebutuhan impor sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Senada dengan kebijakan LPG, pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan dari sejumlah negara lain guna menjaga ketahanan kilang-kilang domestik.
Melalui rangkaian langkah antisipatif ini, pemerintah optimis mobilitas masyarakat dan kebutuhan rumah tangga selama periode Ramadhan dan Idulfitri 2026 tidak akan terganggu oleh isu ketersediaan energi. (YQM)




