PemerintahanUmum

Pemerintah Pertahankan HET MINYAKITA Rp15.700 per Liter

348
×

Pemerintah Pertahankan HET MINYAKITA Rp15.700 per Liter

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan rakyat, MINYAKITA, tetap dipertahankan sebesar Rp15.700 per liter. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memperkuat jalur distribusi agar produk tersebut semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

Langkah strategis yang diambil Kementerian Perdagangan adalah memperluas distribusi MINYAKITA langsung ke pasar-pasar rakyat. Untuk menyukseskan program ini, pemerintah menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pangan, yaitu Perum Bulog dan ID FOOD.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Keterlibatan kedua BUMN pangan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, sekaligus menjaga stabilitas ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami saat ini akan fokus pada distribusi MINYAKITA ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, MINYAKITA akan semakin banyak di pasar,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pengalihan Merek untuk Bantuan Pangan
Selain fokus pada pasar rakyat, pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan minyak goreng untuk program bantuan pangan tetap terpenuhi. Namun, ke depannya, program bantuan pangan tidak lagi menggunakan MINYAKITA, melainkan akan dialihkan ke merek minyak goreng lain.

“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” tambah Mendag.

Dorong Produksi Second Brand sebagai Alternatif
Sebagai langkah pendukung, Kementerian Perdagangan juga meminta para produsen untuk menggenjot produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand. Upaya ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga yang tetap ramah di kantong masyarakat.

Menurut Budi, produk minyak goreng alternatif tersebut saat ini sebenarnya sudah mulai banyak beredar di pasar rakyat, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu merek saja.

READ  Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan

“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya MINYAKITA. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” jelasnya.

Melalui kombinasi penguatan distribusi MINYAKITA dan penambahan pasokan minyak goreng alternatif ini, pemerintah optimistis stabilitas harga di pasar dapat terjaga dengan baik dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi secara merata. (BTY)