Umum

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Subsidi Jawa Timur Aman, Antrean SPBU Melandai

398
×

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Subsidi Jawa Timur Aman, Antrean SPBU Melandai

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di seluruh wilayah Jawa Timur tetap berjalan lancar. Bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina terus mempercepat distribusi guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran sekaligus memenuhi kebutuhan energi masyarakat, khususnya sektor logistik.

Langkah tersebut dilakukan menyusul antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Jawa Timur yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan bersama yang dilakukan selama dua hari, pada 1-2 Juli 2026, kondisi antrean kini berangsur membaik.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Monitoring lapangan dilakukan mulai dari Terminal BBM sebagai titik pasokan hingga SPBU sebagai lokasi penyaluran kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPH Migas, jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Wakil Ketua Ombudsman RI beserta tim, untuk memastikan distribusi Biosolar bersubsidi berjalan sesuai peruntukan.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di wilayah Surabaya hingga Gresik telah jauh berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean kendaraan sudah sangat melandai. Rata-rata saat ini antrean sekitar lima hingga enam truk long chassis dan situasi ini tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” ujar Wahyudi.

Ia menjelaskan, Surabaya dan Gresik merupakan kawasan dengan aktivitas logistik yang sangat tinggi karena menjadi pintu distribusi barang dari Pelabuhan Tanjung Perak maupun pelabuhan di Gresik. Peningkatan aktivitas tersebut menyebabkan permintaan BBM subsidi, khususnya Biosolar, meningkat signifikan.

“Intensitas angkutan barang dari pelabuhan mengalami kenaikan cukup signifikan pada 22 hingga 26 Juni 2026. Titik SPBU yang menjadi perhatian antara lain SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik,” jelasnya.

READ  Jelang Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Jatim

Untuk mengatasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina Patra Niaga menerapkan berbagai langkah percepatan distribusi. Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan pihaknya mengoptimalkan operasional mobil tangki selama 24 jam, mempercepat pengiriman BBM, serta menerapkan skema alih suplai dari terminal BBM terdekat.

“Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point dan juga alih suplai dari Terminal BBM terdekat. Alih suplai dilakukan dua kali lipat sehingga volume BBM yang dikirim semakin meningkat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Selain itu, mobil tangki dimaksimalkan dengan skala prioritas ke wilayah dengan kendala pasokan dan permintaan tertinggi,” kata Iwan.

Selain tingginya aktivitas distribusi logistik, peningkatan konsumsi BBM juga dipengaruhi masa libur sekolah yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Surabaya melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya juga terus mengoptimalkan pengelolaan antrean di SPBU agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Koordinasi dilakukan bersama pengelola SPBU, Dinas Perhubungan, serta Satuan Lalu Lintas di masing-masing wilayah.

“Pertamina terus melakukan monitoring ketersediaan seluruh produk BBM di SPBU dan menerapkan early warning system apabila terjadi lonjakan permintaan. Saat ini stok seluruh produk BBM dalam kondisi aman dan tersedia di SPBU maupun Terminal BBM Pertamina Patra Niaga di seluruh Jawa Timur,” ujar Ahad.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Untuk memperoleh informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center melalui layanan 135. (ZGF)