EkonomiPemerintahanPolitikUmum

Prabowo–Trump Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif, Istana Angkat Bicara

229
×

Prabowo–Trump Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif, Istana Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menandatangani kesepakatan dagang bersejarah, Agreement on Reciprocal Trade (ART), dengan pemerintah Amerika Serikat pada Kamis (19/2/2026). Penandatanganan ini menjadi puncak dari negosiasi intensif yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa agenda krusial ini akan dilaksanakan setelah Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Salah satu tambahan agendanya adalah insya Allah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS. Setelah BoP, baru kemudian ada rencana tanda tangan kerja sama tarif,” ujar Prasetyo di Kompleks Senayan, dikutip Rabu (18/2/2026).

Harapan Penurunan Tarif Hingga 18 Persen
Fokus utama dari pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump adalah negosiasi penurunan tarif impor bagi produk-produk Indonesia. Pemerintah berharap Indonesia bisa mendapatkan perlakuan tarif yang setara dengan negara mitra strategis AS lainnya.

“Mungkin kita hanya melihat negara-negara lain, kalau ada yang bisa turun 18 (persen), ya mungkin kita pengen turun ke 18. Tapi kan artinya bukan kita yang menentukan, ini bagian dari upaya negosiasi yang terus kita lakukan,” imbuh Prasetyo.

Kilas Balik Perjalanan Negosiasi ART
Kesepakatan ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak tahun lalu. Berikut adalah lini masa penting menuju finalisasi ART:

1. 22 Juli 2025: Indonesia dan AS menyepakati kerangka kerja awal. Saat itu, AS berkomitmen memangkas tarif impor produk asal Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

2. 22 Desember 2025: Delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC merampungkan substansi kesepakatan tarif.

READ  HUT ke-80 RI, Gubernur dan DPRD Jatim Ikut Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

3. Februari 2026: Finalisasi teks kesepakatan selesai dan siap ditandatangani oleh kedua kepala negara.

Poin Strategis Kesepakatan
Perjanjian ART ini tidak hanya sekadar penurunan angka, tetapi juga mencakup akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia. Beberapa poin penting dalam naskah kesepakatan tersebut meliputi:

1. Penghapusan Tarif Komoditas Strategis: AS berkomitmen menghapus tarif impor khusus untuk produk andalan Indonesia seperti minyak sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao.

2. Deregulasi Kebijakan: Indonesia berkomitmen mengatasi hambatan nontarif melalui langkah-langkah deregulasi.

3. Investasi Bilateral: Penurunan hambatan ini diharapkan mampu memperlancar arus investasi Amerika Serikat ke Indonesia di berbagai sektor teknis.

Pemerintah optimis bahwa kesepakatan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan global. (RUC)