PemerintahanUmum

Safari Ramadan, Menko AHY: Pembangunan Harus Berlandaskan Integritas dan Nilai Karakter

257
×

Safari Ramadan, Menko AHY: Pembangunan Harus Berlandaskan Integritas dan Nilai Karakter

Sebarkan artikel ini
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri), Ustadz Adi Hidayat (tengah), dan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (kanan) (Foto: Humas Kemenko Infra)

KILASINDO.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur fisiknya, tetapi juga dari kokohnya nilai, karakter, dan integritas sumber daya manusianya.

Pernyataan tersebut disampaikan Menko AHY saat melakukan Safari Ramadan di Ma’had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA) Institute, Pandeglang, Banten, pada Sabtu (21/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY yang didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, berkesempatan melakukan dialog mendalam bersama ulama ternama, Ustadz Adi Hidayat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Ramadan sebagai Momentum Refleksi Kepemimpinan
Bagi Menko AHY, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan kontemplasi atas amanah publik yang diemban. Ia menilai kepemimpinan yang kuat memerlukan fondasi spiritual agar setiap kebijakan yang diambil senantiasa berpijak pada keadilan.

“Ini adalah momen yang spesial. Kita tidak hanya menyambung silaturahim, tetapi juga melakukan refleksi, kontemplasi, dan membasuh hati,” ujar Menko AHY dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa tantangan dalam pengabdian harus dimaknai sebagai bagian dari perjuangan untuk masyarakat luas. “InsyaAllah, Allah SWT akan membalas dan menaikkan derajat kita ketika kita mendedikasikan perjuangan ini untuk rakyat,” tuturnya.

Sinergi Ulama dan Umara demi Keadilan Sosial
Dalam menjalankan tugas mengoordinasikan pembangunan infrastruktur—mulai dari jalan, jembatan, bendungan, hingga perumahan—Menko AHY menekankan prinsip keadilan sosial. Menurutnya, konektivitas nasional harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas SDM.

Menko AHY pun memuji peran MIRA Institute dalam mencetak generasi yang berkarakter. Ia meyakini sinergi antara Ulama (pemimpin agama) dan Umara (pemimpin pemerintah) adalah kunci keberhasilan pembangunan.

“Jika ulama dan umara kokoh bersatu, saling mengingatkan, dan mawas diri, maka pembangunan akan memiliki arah yang lebih kuat dan bermakna,” tegasnya.

READ  Rupiah Diprediksi Melemah Usai Perombakan Kabinet, Investor Respon Negatif Penggantian Menkeu

Keseimbangan Pembangunan Kebangsaan
Senada dengan hal tersebut, Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya keseimbangan dalam arah pembangunan nasional. Menurutnya, pembangunan harus menghadirkan harmoni antara aspek fisik yang berdampak nyata dengan pembinaan nilai yang kokoh.

“Mencoba menyeimbangkan narasi pembangunan kebangsaan dengan dasar intelektualitas dan fisikal, serta ditopang kekuatan spiritual yang kokoh,” papar Ustadz Adi Hidayat.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan MIRA Hj. Eneng Inayatin, Syeikh Muhammad Ali Muhammad Ismail, serta jajaran ulama besar lainnya. Sinergi ini diharapkan menjadi pijakan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (ETP)