Umum

Telkomsel Hadirkan Jaringan di Dua Desa Blank Spot Nganjuk, Warga Kini Nikmati Akses Internet Berkualitas

253
×

Telkomsel Hadirkan Jaringan di Dua Desa Blank Spot Nganjuk, Warga Kini Nikmati Akses Internet Berkualitas

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Komitmen pemerataan akses digital terus digenjot di wilayah Jawa Timur. Telkomsel bersama sejumlah stakeholder Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk resmi berkolaborasi untuk mengentaskan wilayah blank spot melalui penyediaan akses telekomunikasi di Desa Bajang (Kecamatan Ngluyu) dan Desa Sumbermiri (Kecamatan Loceret), Kabupaten Nganjuk. Sinyal Telkomsel kini dapat dinikmati dengan lebih optimal dan berkualitas oleh masyarakat sejak akhir Juni 2026 lalu.

Sebelumnya, Desa Sumbermiri dan Desa Bajang merupakan wilayah blank spot murni, di mana masyarakatnya sama sekali tidak memiliki akses jaringan telekomunikasi seluler. Untuk mengatasi kesenjangan digital yang menahun ini, kolaborasi lintas sektor pun dilakukan. Telkomsel bekerja sama dengan Pemerintah Desa setempat dalam menyediakan aliran listrik, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk mendukung penyediaan infrastruktur fiber optic beserta tiangnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Madiun, Dortje Balik, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata kehadiran Telkomsel di area-area terluar.

“Pembangunan jaringan ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menghadirkan pemerataan akses broadband di wilayah blank spot melalui kolaborasi dengan pemerintah setempat. Dari sisi jaringan, kami menginstalasi perangkat FEMTO yang digunakan sebagai pemancar sinyal,” ujar Dortje.

Solusi Inovatif dengan Perangkat FEMTO
Penggunaan perangkat FEMTO menjadi solusi inovatif dan efisien untuk menjangkau area blank spot berskala pedesaan. Teknologi ini memungkinkan implementasi yang jauh lebih cepat dibandingkan harus membangun menara makro (tower konvensional) yang memakan waktu dan biaya besar.

“Dari spesifikasi, FEMTO memiliki dimensi yang lebih ringkas dan dapat diaplikasikan dengan mudah,” lanjut Dortje.

Untuk memastikan masyarakat setempat dapat langsung memanfaatkan akses digital ini, tim Telkomsel juga turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan kartu perdana dan perangkat Telkomsel Orbit. Langkah jemput bola ini mendapat apresiasi tinggi dari warga desa yang kini tidak lagi terisolasi dari dunia digital.

READ  PKB Dukung Petisi: Rahayu Saraswati Diminta Lanjutkan Tugas di DPR RI

Dortje menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan buah dari gotong royong yang solid. Ia berharap masuknya internet berkualitas mampu membawa perubahan positif bagi kesejahteraan warga.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi luar biasa dengan perangkat desa dan Kominfo. Ini adalah bukti bahwa dengan sinergi, tantangan infrastruktur bisa kita atasi bersama. Kami berharap kehadiran jaringan Telkomsel ini dapat meningkatkan perekonomian, memperluas pasar UMKM desa, dan tentunya memastikan anak-anak kita bisa belajar dengan lebih baik tanpa takut tertinggal informasi,” pungkas Dortje. (NBH)