Umum

TPS Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 5,06 Persen, Kuasai 83 Persen Pasar Internasional Tanjung Perak

214
×

TPS Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 5,06 Persen, Kuasai 83 Persen Pasar Internasional Tanjung Perak

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan kinerja operasional yang positif pada Juni 2026. Anak usaha Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) tersebut membukukan pertumbuhan arus peti kemas sebesar 5,06 persen secara bulanan (month-on-month), mencerminkan ketahanan bisnis di tengah proses transformasi operasional dan modernisasi peralatan bongkar muat.

Volume peti kemas yang ditangani TPS meningkat dari 111 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Mei 2026 menjadi 116 ribu TEUs pada Juni 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kinerja positif juga terlihat pada sektor perdagangan internasional. Arus peti kemas ekspor mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,14 persen, dari 51 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs. Sementara itu, volume impor turut meningkat 0,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 59 ribu TEUs.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan yang terus memberikan kepercayaan kepada TPS sehingga perusahaan mampu menjaga performa operasional di tengah berbagai tantangan industri kepelabuhanan.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang erat antara perusahaan dengan seluruh mitra usaha, sekaligus menjadi bukti bahwa proses transformasi yang sedang dijalankan tetap mampu menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

“Pertumbuhan arus peti kemas pada Juni 2026 secara month-on-month merupakan hasil kolaborasi yang harmonis antara TPS dengan segenap pelanggan dan pemangku kepentingan,” ujar Erika.

Ia menjelaskan, selama proses transformasi dan peremajaan alat bongkar muat utama, TPS terus melakukan berbagai penyesuaian operasional agar layanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal dengan gangguan seminimal mungkin.

Saat ini, TPS tengah melakukan pengoperasian secara bertahap 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC) sebagai bagian dari strategi modernisasi fasilitas terminal.

READ  Respons Kebijakan WFH Satu Hari Sepekan, Apindo Minta Fleksibilitas Sektor Riil Dijaga

Menurut Erika, investasi tersebut merupakan langkah jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, serta keandalan layanan terminal peti kemas.

“Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang TPS untuk memperkuat kapasitas, produktivitas, dan keandalan layanan. Kami optimistis setelah masa transisi ini terlewati, kinerja operasional akan semakin meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pengguna jasa maupun pemangku kepentingan,” katanya.

Di sisi lain, kualitas layanan TPS juga mendapatkan apresiasi dari pelaku logistik. Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Husni, menilai transformasi operasional dan modernisasi peralatan yang dilakukan TPS memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus logistik nasional.

Menurut Husni, peningkatan efisiensi pelayanan di Terminal Petikemas Surabaya turut memperkuat daya saing Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu gerbang perdagangan internasional Indonesia.

“Kami melihat komitmen TPS dalam melakukan transformasi operasional dan modernisasi peralatan sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. ALFI Jawa Timur berharap kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik dapat terus diperkuat guna mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan perdagangan nasional,” ujarnya.

Komitmen TPS dalam meningkatkan produktivitas juga tercermin dari capaian kinerja bongkar muat. Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, rata-rata produktivitas terminal mencapai 51 box per ship per hour, melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box per ship per hour.

Capaian tersebut semakin memperkokoh posisi TPS sebagai operator terminal peti kemas internasional terbesar di Pelabuhan Tanjung Perak. Hingga pertengahan 2026, perusahaan masih menguasai sekitar 83 persen pangsa pasar peti kemas internasional di pelabuhan utama Surabaya tersebut.

Dengan tren pertumbuhan arus peti kemas, peningkatan produktivitas, serta modernisasi infrastruktur yang terus berjalan, TPS optimistis mampu memperkuat perannya sebagai simpul logistik nasional yang andal sekaligus mendukung kelancaran perdagangan ekspor-impor Indonesia. (TOU)