KILASINDO.COM – Perum BULOG memastikan ketersediaan beras untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman. Perseroan menyiapkan total cadangan hingga 93.782 ton beras untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat sekaligus mendukung program bantuan pangan Presiden di wilayah terdampak bencana.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, gempa bumi di NTT berdampak pada tujuh kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Berdasarkan pembaruan data per 22 Agustus 2026, wilayah tersebut telah mengalami lebih dari 5.000 gempa susulan.
“Untuk membantu masyarakat di lokasi bencana, kami mengoperasikan 46 unit gudang. Di antaranya 3 unit di Labuan Bajo berkapasitas 4.650 ton, 7 unit di Ruteng berkapasitas 7.400 ton, dan 3 unit di Ende berkapasitas sekitar 3.000 ton,” kata Rizal dalam keterangan pers Update Penanggulangan Bencana Alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Rizal, gudang BULOG yang berada di luar wilayah terdampak juga dapat dimanfaatkan sebagai titik distribusi bantuan kepada masyarakat.
Saat ini, stok beras BULOG di wilayah NTT mencapai sekitar 26.336 ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat.
“Stok beras BULOG di NTT saat ini berkisar 26.336 ton. Jumlah ini sebenarnya sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat bencana alam,” tegasnya.
Meski stok tersedia, BULOG tetap memperkuat cadangan melalui program Mobilisasi Nasional (Movenas). Tambahan pasokan tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni 3.000 ton dari Jakarta, 20.646 ton dari Jawa Timur, 8.850 ton dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan demikian, total tambahan pasokan melalui Movenas mencapai 67.446 ton.
BULOG memperkirakan kebutuhan beras untuk masa tanggap darurat selama 14 hari bagi sekitar 150.576 warga terdampak mencapai 1.890 ton.
Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan masa tanggap darurat diperpanjang, BULOG menyiapkan kebutuhan beras hingga sekitar 18.500 ton atau sekitar 10 kali lipat dari kebutuhan awal.
Bantuan Pangan Presiden
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana, BULOG juga memastikan ketersediaan beras untuk program bantuan pangan Presiden.
Untuk periode Agustus, September, dan Oktober 2026, sebanyak 852.631 penerima bantuan pangan akan mendapatkan masing-masing 10 kilogram beras setiap bulan.
Dengan jumlah tersebut, kebutuhan beras untuk program bantuan pangan Presiden di NTT mencapai sekitar 25.578 ton.
Jika kebutuhan tanggap darurat dan bantuan pangan Presiden digabungkan, total kebutuhan beras NTT diperkirakan mencapai sekitar 46.368 ton.
Sementara itu, dengan stok awal sebanyak 26.336 ton dan tambahan pasokan melalui Movenas sebesar 67.446 ton, BULOG akan memiliki total cadangan sekitar 93.782 ton.
Setelah dikurangi total kebutuhan sebesar 46.368 ton, masih terdapat cadangan sekitar 47.444 ton beras.
Rizal menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa BULOG memiliki kapasitas yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat NTT selama masa penanganan bencana sekaligus menjaga keberlanjutan program bantuan pangan.
“Ini yang kami laporkan kepada rekan-rekan media, supaya tidak ada keraguan bahwa dukungan BULOG cukup untuk kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang mengalami bencana alam,” pungkasnya. (JKL)




