PemerintahanUmum

UNESCO Mulai Evaluasi Ulang Status Geopark Ijen: Revalidasi Pertama Sejak 2023

371
×

UNESCO Mulai Evaluasi Ulang Status Geopark Ijen: Revalidasi Pertama Sejak 2023

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Geopark Ijen di Jawa Timur resmi memulai proses revalidasi pertamanya sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Evaluasi internasional ini diawali dari Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (2/8/2026) dan akan berlangsung selama lima hari hingga Kamis (6/8/2026).

Dua asesor resmi dari UNESCO, yakni Dr. Andreas Schüller (Jerman) dan Qinling Zhongnanshan (Tiongkok), ditunjuk untuk menguji dan menilai secara langsung apakah kawasan Geopark Ijen masih konsisten memenuhi standar internasional yang ditetapkan UNESCO. Penilaian ini mencakup wilayah administrasi Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Proses ini menjadi momen penting karena merupakan revalidasi perdana sejak Ijen resmi masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark pada tahun 2023 lalu.

Meninjau Edukasi dan Warisan Geologi di PIGGI
Mengawali agenda penilaian, tim asesor menyambangi Pusat Informasi Geologi dan Geopark Ijen (PIGGI) di Banyuwangi. Di lokasi ini, para asesor memeriksa berbagai koleksi geologi, batuan, fosil, hingga warisan budaya yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa kunjungan ke PIGGI merupakan bagian inti dari penilaian aspek edukasi dan interpretasi publik.

“Kunjungan ke Pusat Informasi Geologi merupakan bagian dari evaluasi aspek pendidikan dan interpretasi dalam proses revalidasi ini,” ujar Abdillah.

Menjangkau Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi
Selain PIGGI, tim evaluasi akan melintasi berbagai geosite dan kawasan strategis lainnya, antara lain:

Kawasan Konservasi & Alam: Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru (Blue Bay), dan Teluk Pangpang.

Kawasan Budaya & Desa Wisata: Desa Adat Kemiren dan Desa Wisata Wringin Putih.

Abdillah menambahkan, UNESCO tidak hanya berfokus pada aspek geologi semata, melainkan juga menilai empat pilar utama: konservasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

READ  PGN Perluas Pemanfaatan Gas Bumi, Salurkan Gas ke Industri BMI Lamongan

“Asesor juga akan mengunjungi Desa Kemiren dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat langsung praktik pemberdayaan masyarakat lokal,” tambahnya.

Komitmen Menjaga Warisan Dunia
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark membawa tanggung jawab besar. Menurutnya, Geopark Ijen kini bukan lagi sekadar aset lokal, melainkan warisan berharga bagi masyarakat dunia.

“Geopark Ijen bukan lagi hanya milik Banyuwangi, melainkan milik dunia. Melalui revalidasi ini, kami ingin menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga warisan dunia ini melalui pengelolaan yang berkelanjutan serta partisipasi aktif masyarakat,” tegas Ipuk.

Melalui revalidasi ini, pemerintah daerah beserta pengelola berharap Geopark Ijen dapat terus mempertahankan predikat green card dari UNESCO dan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah pariwisata serta konservasi global. (ZGE)