Umum

Mendag Lepas Ekspor Koral Banyuwangi ke AS, Nilainya Capai 2.500 Dolar AS

256
×

Mendag Lepas Ekspor Koral Banyuwangi ke AS, Nilainya Capai 2.500 Dolar AS

Sebarkan artikel ini

KILASINDO.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor koral hidup asal Banyuwangi ke Amerika Serikat. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di PT Srikandi Aquarium Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (28/8/2026).

Ekspor koral hidup tersebut memiliki nilai 2.500 dolar AS dan dilakukan oleh PT Srikandi Aquarium Ketapang, perusahaan yang bergerak di bidang budidaya koral hias dan telah menembus pasar internasional sejak 2011.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Tak hanya Amerika Serikat, perusahaan tersebut juga rutin mengirimkan koral hidup ke sekitar 20 negara yang tersebar di kawasan Asia, Amerika dan Eropa. Nilai transaksi ekspor rata-rata mencapai sekitar 60 ribu dolar AS per bulan.

Di Kalipuro, lebih dari 20 jenis koral hias dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Koral tersebut dimanfaatkan sebagai tanaman hias untuk akuarium dan menjadi salah satu komoditas ekspor Banyuwangi dari sektor kelautan.

Kemendag Dorong UMKM Perluas Pasar Ekspor

Mendag Budi Santoso mengatakan pemerintah akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memperluas pasar produk Indonesia ke mancanegara.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan perwakilan perdagangan berupa Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara.

Jaringan tersebut memiliki peran untuk mempromosikan produk Indonesia sekaligus membantu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.

“Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC di 33 negara. Tugas mereka adalah mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia, termasuk produk UMKM dari Banyuwangi,” ujar Budi.

Ia mengatakan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pelaku UMKM yang ingin mulai memasuki pasar ekspor maupun memperluas negara tujuan pengiriman.

Salah satu program yang disiapkan adalah business matching. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya secara daring kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

READ  Kemendag Klaim Penghentian Fitur Live TikTok Tidak Berdampak pada Perdagangan

Setelah presentasi, pelaku usaha yang memiliki potensi dapat dipertemukan dengan calon pembeli sesuai dengan negara tujuan ekspor.

“UMKM cukup presentasi online, nanti kita yang atur. Misalnya mau ke Amerika, kita temukan dengan Atase Perdagangan di Amerika atau ITPC di Los Angeles dan Chicago,” kata Budi.

Transaksi Business Matching Capai 333 Juta Dolar AS

Menurut Budi, program business matching terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai transaksi yang berhasil difasilitasi melalui program tersebut telah mencapai 333 juta dolar AS.

Menariknya, sekitar 70 persen pelaku usaha yang mengikuti dan memperoleh transaksi melalui program tersebut merupakan UMKM yang sebelumnya belum pernah melakukan kegiatan ekspor.

Capaian tersebut menunjukkan peluang pelaku UMKM Indonesia untuk menembus pasar global masih terbuka luas apabila didukung pendampingan, promosi serta akses terhadap calon pembeli internasional.

Ekspor koral hidup dari Banyuwangi menjadi salah satu contoh bagaimana produk hasil budidaya daerah dapat memiliki pasar di berbagai negara.

Pemerintah berharap semakin banyak produk unggulan daerah, termasuk produk UMKM dari Banyuwangi, yang mampu mengikuti jejak tersebut dan memperluas jangkauan pasar hingga mancanegara. (WLJ)